Bos Jamu Akar Dewa Palsu Dibekuk

ANJUKZONE - Ata Amrullah, (32) warga Desa Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom dan Slamet Riyadin, (44), warga Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri ditangkap polisi Jumat (7/9) lalu. Keduanya diduga kuat mengedarkan jamu palsu merek Akar Dewa di sekitar wilayah Nganjuk.


Informasi yang berhasil dihimpun ANJUKZONE menyebutkan, penangkapan kedua pelaku yang menjadi distributor jamu tradisional tersebut berawal dari laporan Chandra Angka Wijaya, (55), salah satu pengelola perusahaan jamu merek tersebut asal Jalan Puspowarno, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo.


Laporan itu sendiri bermula dari Chandra yang mendapat informasi jika jamu pegal linu merk Akar Dewa jenis serbuk sachet beredar di Nganjuk. Dia lalu melaporkan hal tersebut ke Satreskrim Polres Nganjuk. Ditemani beberap petugas, Chandra lalu melakukan penelusuran dan mendapatkan nama Slamet, yang seorang pedagang jamu.

"Pelapor langsung mendatangi rumah pelaku (Slamet-red)," terang Kasubag Humas Polres Nganjuk AKP Bambang Sutikno.


Kamis (6/9) sekitar pukul 09.00, Chandra dan polisi berhasil bertemu dengan Slamet di rumahnya. Polisi langsung menginterogasi pria ini hingga akhornya dia mengakui telah menjual jamu Akar Dewa palsu. Kepada polisi Slamet juga mengaku mendapatkan pasokan barang dari distributo di atasnya, yakni Ata. "Petugas dan korban langsung mencari keberadaan tersangka 2 (Ata)," ujar Bambang. Slamet juga dibawa serta untuk menunjukkan keberadaan Ata yang ternyata di Desa Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom.


Hanya dalam tempo beberapa jam, Ata berhasil ditangkap di rumahnya. Di dalam rumah yang merangkap toko jamu tersebut Ata menyimpan belasan kardus jamu palsu merek Akar Dewa yang dicari-cari. Ada sekitar 15 kardus yang diduga kuat palsu yang langsung disita polisi. Kedua tersangka juga langsung dibawa ke Mapolres Nganjuk.


Menurut Bambang, penyidik sempat mendatangkan saksi ahli untuk memastikan jamu tersebut palsu. Diantaranya ynag paling mencolok yakni jamu palsu larutannya berwarna biru seperti cairan spirtus. Sedangkan yang lain berwarna kuning. "Ada beberapa indikator-indikator lainnya," tambah Bambang.


Hingga kemarin, kasus ini masih ditangani secara khusus oleh Unit Tindak Pidana Ekonomi (Pidek) Polres Nganjuk. Kedua tersangka karena hanya menjual dan tidak iktu membuat produk palsu, dikenakan pasal 94 UU No 15 tahun 2001 tentang Merek.


Keduanya tidak ditahan karena ancaman hukuman maksimalnya hanya satu tahun. Selanjutnya, polisi akan terus mengembangkan informasi dari banyak pihak, termasuk kedua tersangka untuk memburu produsen jamu palsu tersebut. Diduga kuat, jamu palsu sejenis masih banyak beredar di wilayah Nganjuk. "Harus distop dari hulunya, yakni otak atau pembuat jamu palsu," tandas Bambang. (uka)

  • No comments found

Leave your comments

Guest
Thursday, October 02, 2014
0 / 300
Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
terms and condition.
1451125
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
870
2769
12527
1416674
3639
86854
1451125

Your IP: 54.80.231.177
Server Time: 2014-10-02 06:22:32
You are here: Home Kriminal Bos Jamu Akar Dewa Palsu Dibekuk